Tradisi Tanak Tomang, Makan Polok’an di Daun Pisang Ala Santri

218
0
Share:
tradisi-tanak-1

www.an.tv – Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh para santri sambil menunggu waktu berbuka puasa. Salah satunya yang dilakukan para santri Pondok Pesantren Ryadhlus Solihin, Ketapang, Kota Probolinggo, Jawa Timur, mereka memilih mengisi waktunya dengan memasak bersama atau biasa disebut “tomang”. Uniknya, alas makan yang digunakan  untuk makan secara berkelompok ini  bukannya piring atau nampan, namun hanya lembaran daun pisang, yang mereka sebut  makan polok’an.

tradisi-tanak-6-makan

Semenjak siang hari, para santri sudah memulai kegiatan memasak bersama di tungku tradisional, yang dilakukan di lahan kosong di antara asrama para santri. Meski dilakukan oleh tangan-tangan santri lelaki,  namun nyatanya mereka cukup lihai dalam meracik menu makanan untuk hidangan berbuka, meski dengan bahan-bahan yang sangat sederhana. Untuk mendapatkan sayur-sayuran mereka mendapatkannya dari kebun sendiri. Bayangkan, dengan bahan lauk pauk seperti tahu, mie instan dan terong bakar, mereka mampu menyulapnya menjadi masakan yang luar biasa nikmatnya. Dalam menyiapkan hidangan berbuka ini para santri berbagi tugas memasak, ada yang menggoreng, ada pula yang menyiapkan lembaran daun pisang untuk alas nasi dan lauk pauknya. Selanjutnya, nasi dan aneka lauk pauk ditata di atas daun pisang.

Menurut Habib Hadi Zainal Abidin, pengasuh Pondok Pesantren Riyadhlus Solihin, tradisi memasak tanak tomang ini terjadi hanya ketika bulan Ramadhan dan pada saat Idul Adha. “Selain menggambarkan kebersamaan,  tradisi ini menunjukkan tidak adanya perbedaan santri anak pejabat maupun santri warga biasa, ujar Habib Hadi Zainal Abidin, pengasuh Pondok Pesantren Riyadhlus Solihin.

tradisi-tanak-7-mulai-masak

Bedug maghrib pun tiba, dengan lahapnya para santri ini langsung menikmati makanan dengan menggunakan tangan. Mereka menyebutnya makan polok’an. Para santri ini berbaur makan dengan lahapnya hasil masakan yang mereka racik sendiri, meski ragam masakan sekedarnya dan beralas daun pisang. Mereka merasa seperti berbuka di restoran, karena saking nikmatnya melahap makanan tersebut. Usai melahap hasil kreasi tanak tomang, para santri pun  selanjutnya melaksanakan ibadah sholat taraweh dan tadarus. Laporan Syahwan Kamahina dari Probolinggo, Jawa Timur.

Share:

Leave a reply