Si nyaring Alat Musik Tradisional Tifa Asal Manokwari

183
0
Share:
Si nyaring Alat Musik Tradisional Tifa Asal Manokwari

www.an.tv – Indonesia memang kaya dengan keindahan alamnya yang menjulang dari Sabang sampai Merauke. Namun tidak hanya alamnya saja, Indonesia juga kaya dengan alat musik tradisionalnya. Kalau di Nanggroe Aceh Darussalam ada alat musik tradisional Seruna Kale yang bunyinya berasal dari hembusan angin, di Jambi ada Serangko yang terbuat dari tanduk kerbau, Angklung dengan suara uniknya dari Jawa Barat, di Papua juga ada alat musik tradisional Tifa yang juga memiliki keunikan tersendiri.

Tifa merupakan alat musik khas indonesia bagian timur, khususnya Papua dan Maluku. Alat musik ini bentuknya menyerupai gendang dan terbuat dari kayu susuk atau dari kayu kuku. Kayu – kayu tersebut memiliki kualitas bagus, sehingga tifa dapat digunakan dalam jangka waktu panjang, antara lima sampai sepuluh tahun.

Membuat tifa sebenarnya cukup memakan waktu lama. Kayu yang sudah dilubangi dan dikosongkan bagian tengahnya, selanjutnya dicuci atau direndam agar bersih, lalu dikeringkan. Kayu yang sudah kering selanjutnya dikikis bagian dalamnya hingga halus. Setelah bagian luar kayu diamplas, tifa kemudian dipahat hingga bagus. Jika sudah dipahat, selanjutnya tifa siap dilukis atau diwarnai. Nah lebih bagus lagi kalau tifa bisa dipelitur.

Pembuatan tifa tidak sampai di situ saja. Proses pembuatan tifa ternyata masih menggunakan cara tradisional untuk menjaga kualitas bunyinya, seperti pemilihan bahan asli kulit hewan untuk salah satu sisi ujung tifa yang ditutupi. Seperti tifa asal Manokwari Papua Barat, yang menggunakan kulit biawak dalam pembuatannya. Penggunaan kulit biawak inilah yang membuat suara tifa lebih nyaring.

Cara memainkan tifa tergolong mudah, hanya dipukul dengan kedua tangan tetapi tetap saja irama pukulan terkadang tidak merdu didengar. Sebab, suara hentakan dari tifa bisa kita dengar merdu jika alat musik ini digunakan untuk mengiringi lagu maupun tarian khas Papua. Namun sayangnya, beragam karya seni ragam budaya asli masyarakat Papua belakangan ini mulai terancam punah. Meski sering diikutsertakan ke sejumlah pameran, pemerintah seolah tetap kurang memberikan perhatiannya. Seniman, pengrajin dan budayawan Papua membutuhkan hal yang lebih, seperti pembinaan dan dukungan untuk mempromosikan alat musik tifa ke dunia internasional.

Nah jika kalian tertarik melihat langsung pembuatan tifa atau ingin memiliki tifa asal Manokwari, kalian bisa mencoba mendatangi salah satu pengrajin tifa Bapak Anton yang berada di distrik Manokwari – Papua Timur, Jalan Pasir Putih, Kabupaten Manokwari – Papua Barat. Yuk bantu lestarikan alat musik tradisional kita lagi !!

Written by : Restu Wulandari

Share: