Jakarta - Terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Williardi Wizard hari ini bersaksi di persidangan Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam kesaksiannya, Williardi Wizard menyatakan ada komando terstruktur di tubuh Kepolisian RI untuk menghancurkan Ketua KPK non aktif, Antasari Azhar.
Lebih lanjut, Williardi Wizard mengakui dirinya diperintahkan oleh mantan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri kala itu, Inspektur Jenderal Polisi Adiyatmoko untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaaan palsu supaya bisa menyeret Antasari ke meja hijau.
Mendengar kesaksian Williardi Wizard, Antasari Azhar tak kuasa membendung tangis. Antasari pun menyesalkan sikap arogansi Polri. Antasari sendiri didakwa mendalangi pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
Sementara itu, mantan Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Chairul Anwar yang juga bersaksi di persidangan Antasari Azhar, hari ini mengaku Antasari pernah mengadu karena merasa diteror oleh almarhum Nasrudin Zulkarnaen. Menurut Chairil Anwar, Kapolri membentuk tim khusus sebagai respon atas laporan Antasari yang merasa diteror oleh Nasrudin. Laporan Antasari itu pula yang menjadi dasar Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri untuk menyelidiki Nasrudin dan istri sirinya, Rani Juliani. Chairil Anwar sendiri sekaligus menjadi penanggung jawab tim yang dibentuk Kapolri itu.
Persidangan Antasari Azhar hari ini juga menghadirkan saksi lainnya, yaitu Helmi Santika, Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan yang dimintai keterangan seputar BAP yang dibuatnya. Selain itu, persidangan terdakwa Wiliardi Wizard hari ini juga menghadirkan sejumlah saksi. Williardi Wizard didakwa membentuk tim eksekutor pembunuh Nasrudin Zulkarnaen.