Masjid Agung Sumedang Bermahkota Raja, Berusia Ratusan Tahun

0
Share:

www.an.tv – Sebuah masjid berusia ratusan tahun di Sumedang, Jawa Barat, memiliki keunikan dari bangunannya. Jika biasanya kubah masjid berbentuk bulat atau setengah lingkaran, mesjid di pusat Kota Sumedang ini berkubah mahkota raja dan dibangun pada masa Kerajaan Sumedang. Mesjid Agung Sumedang yang dibangun pada tahun 1850 oleh Pangeran Soeriaatmaja atau dipanggil Pangeran Mekkah ini memiliki banyak keunikan mulai dari arsitektur hingga sejarah yang tersimpan didalamnya. Tidak banyak perubahan yang terjadi pada mesjid unik berusia 167 tahun ini, berbeda dengan mesjid pada umumnya, Masjid Agung Sumedang ini berkubah mahkota raja di bagian atas bangunannya.

gung Sumedang tempo dulu

Masjid Agung Sumedang tempo dulu

Masjid ini menggunakan mahkota raja, karena pada zaman dulu banyak raja-raja dari seluruh nusantara sengaja singgah ke Sumedang. Selain itu masjid yang dibangun oleh arsitek asal Cina yang beragama Islam ini memiliki tiang penyangga yang unik. Jumlahnya bermacam-macam mulai dari satu tiang, tiga tiang, lima tiang hingga enam tiang. Hal tersebut sebagai simbol keislaman. Satu tiang artinya Tuhan yang Maha Esa, tiga tiang berarti dzikir, lima tiang adalah rukun Islam dan enam tiang dimaksudkan sebagai rukun iman.

Di bagian dalam masjid terdapat bangunan seperti singgasana raja, dimana tempat berteduhnya sang raja yang berlokasi di bagian imam. Masjid pun dipenuhi oleh ukiran-ukiran bertuliskan Arab yang sarat akan makna sejarah. Masjid AgungSsumedang juga memiliki replika Alqur’an raksasa selebar dua meter.

Keunikan lainnya adalah Masjid Agung Sumedang ini memiliki situs yang bernama Lingga. Situs yang berlokasi tepat di depan mesjid ini dahulunya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan aneka persenjataan perang, seperti tombak, pedang keris dan tameng. Situs ini bertuliskan bahasa Sansekerta yang berisi amanah bagi manusia untuk saling menjaga dan melindungi satu sama lainnya. “Persenjataan perang yang sengaja diletakkan dekat masjid ini dimaksudkan untuk mempermudah membawa senjata, saat musuh datang ketika para prajurit sumedang tengah melakukan ibadah shalat, “ ujar Endang Hasanudin, DKM Masjid Agung Sumedang.

Kini Masjid Agung Sumedang yang tepat berada di pusat Kota Sumedang ini tetap terjaga bersama sejarahnya yang kental, mulai dari zaman kerajaan terdahulu dan menjadi warisan budaya yang terus dijaga dengan baik oleh masyarakat Sumedang Jawa Barat.

Laporan John Hendra dari Sumedang, Jawa Barat.

Share:

Leave a reply