Masjid Agung Majalaya, Berdiri Kokoh dengan Keaslian Khas Bangunan Tua

0
Share:

www.an.tv – Salah satu masjid tertua di Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, adalah Masjid Agung Majalaya.  Selama bulan suci Ramadhan Masjid Agung Majalaya ramai dikunjungi warga. Selain tua, masjid ini konon juga memiliki keunikan karena terbuat dari kayu jati, yang hingga saat belum pernah mengalami perbaikan dan kini dijadikan salah satu cagar budaya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Mesjid Agung Majalaya yang  terletak di Alun-Alun Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini dibangun oleh  warga Majalaya pada tahun 1932. Masjid besar Majalaya ini termasuk masjid pertama dan tertua di Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang masih mempertahankan keasliannya dan ciri khasnya dan tidak pernah merubah gaya.

kentungan masjid majalaya

Di lihat dari depan, masjid ini mepunyai lima tingkatan atap bersusun yang tebuat dari kayu jati dengan di tutupi sirap kayu sebagai atapnya yang melambangkan rukum Islam ada lima. Masjid beratap sirap ini mepunyai tiga pintu utama. Saat memasuki masjid akan terasa hawa sejuk membuat kekhusukan saat beribadah. Bagian utama masjid dihiasi rangka kayu bersusun empat dengan ditopang oleh empat pilar kayu dengan diamenter 50 centimeter dan di bawah tiang dihiasi ornamen batu segi empat dari Kota Demak. Ornamen lampu hias yang menggantung dari atap masjid mempertegas bangunan khas tempo dulu sebagai cagar budaya. Di bagian mihrabnya yang berbentuk ceruk, lengkungan yang menggelilingi bagian utama mesjid ini dihiasi pola khas timur tengah. Mesjid ini juga dilengkapi dengan sebuah kentungan besar kuno dengan nama Geumpeur Sakaten yang dibuat tahun 1932 dengan tinggi 1,70 meter dan digunakan jika waktu shalat sudah masuk.

“Sejak masjid ini di bangun, hingga kini belum pernah adanya pemugaran ataupun perbaikan dan masih terawat keasliannya, bahkan di jadikan salah satu situs cagar budaya oleh pemerintah kabupaten bandung, “ ujar Jaenal Arifin, Sekretaris DKM Masjid Agung Majalaya. Di bulan suci Ramadhan, Masjid Agung Majalaya selalu digunakan warga sebagai sarana ibadah,seperti tadarus, sholat tarawih, mengaji dan digunakan warga untuk beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Laporan Suhendar dari Bandung, Jawa Barat.

Share:

Leave a reply