Teror Belalang Kembara, 1300 Hektar Sawah di Sumba Timur Rusak

132
0
Share:

www.an.tv- Sedikitnya 1300 hektar sawah dan 500 ribu hektar  lebih kebun jagung warga Sumba Timur, NTT, yang terkena serangan hama belalang. Pagi tadi  teror belalang kembara  kembali terjadi. Jutaan belalang kembara menyerang sawah warga di Kelurahan Kambaniru, bahkan masuk ke rumah warga. Sejumlah warga berusaha menghalau  teror belalang kembara  yang menyerang sawah mereka.

Menurut Mujiati, salah seoarang warga, sudah 3 hari terakhir ini  teror belalang kembara  menyerang sawahnya dan memakan bulir bulir padi yang sebentar lagi akan  dipanen. Mujiati sangat khawatir akan mengalami gagal panen jika pemerintah tidak segera membasmi hama belalang ini .

Belalang juga menyerang kebun kelapa dan juga rumpun bambu milik warga, daun kelapa dan daun bambu habis dimakan belalang .

Julius , warga Sumba lainnya mengaku sangat resah dengan teror belalang kembara ini ,” Karena  semalam belalang  memenuhi rumah, hingga terpaksa kami mengungsi ke rumah keluarga di kelurahan lain . Pagi ini  kami bergotong royong membersihkan rumah dari sisa-sisa belalang,”kata Julius.

Dinas Pertanian  melakukan berbagai upaya untuk melawan teror belalang kembara ini diantaranya dengan penyemprotan mengunakan komfidor dan pestisida lainnya di lokasi atau sawah dan lahan warga yang diserang hama belalang kembara.

Belalang Kembara

Kejadian teror belalalang kembara ini memang beberapa kali terjadi. Pada tahun 1998 belalang pernah menyerbu daerah ini. Dalam catatatan sejarah, hama belalang ini juga pernah menyerbu Suma pada awal abad 20-an.

“Secara ekologis hama belalang ini diakibatkan  ekosistem  yang terganggu misalnya karena pengurusakan hutan dan juga pembakaran padang sabana dimana selama ini merupakan tempat tinggal belalang ,”kata Kepala Dinas Pertanian Sumba Timur Yohanies Hiwa Wunu.

Menurut Yohanis Hiwa Wunu, Sumba telah  mendapat bantuan pestisida 1 ton, “ Ini  akan digunakan untuk 4 kabupaten se Pulau Sumba. Namun karena kondisi Sumba Timur yang rawan maka akan digunakan namun dengan aturan dan oleh tenaga ahli, Jadi tidak akan membahayakan masyarakat,”kata Yohanis Hiwa Wunu, Kadis Pertanian Sumba Timur.

 

Demikian Siti Amina Wongu melaporkan dari Sumba Timur

Share:

Leave a reply