Ini Dia Fly Over Semanggi, Simpang Susun Pertama di Indonesia

0
Share:

www.an.tv – Simpang Susun Semanggi kini sudah mulai memperlihatkan bentuknya. Berdasarkan pantauan tim TOPIK ANTV, dua jalan layang (flyover) melingkar yang tengah dibangun kini sudah sepenuhnya jadi. Jalan dibangun melengkung (hiperbolik) dengan bentang terpanjang. Jalan layang tersebut terdiri atas dua ruas. Satu ruas untuk kendaraan dari arah Cawang menuju ke Bundaran Hotel Indonesia, dan satu ruas lagi untuk kendaraan dari arah Slipi menuju Blok M. Dua flyover yang melingkar di simpang susun Semanggi tersusun dari 333 segmental box girder yang telah dicetak (precast) untuk kemudian disusun.

Kendati demikian, proses pembangunan proyek simpang susun ini masih berlangsung. Sejumlah pekerja pun tampak melakukan aktivitas menyelesaikan proyek yang akan menjadi ikon Jakarta ini. Meski begitu, secara keseluruhan Simpang Susun Semanggi ini tampak hampir selesai. Beberapa pekerjaan yang masih dilakukan hanya pada tahap finishing.

Proyek yang memakan biaya sebesar Rp 360 miliar ini mulai dilakukan sejak April 2016. Pembangunannya direncanakan berlangsung 540 hari kerja dengan waktu perencanaan 60 hari kalender dan waktu pelaksanaan 480 hari kalender. Selain itu, ada masa pemeliharaan 365 hari. Anggaran proyek ini berasal dari nilai kompensasi pengembang PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.

Simpang Susun Semanggi rencananya akan jadi ikon Jakarta kedua setelah Monas. Selain menyimpan kecanggihan, Simpang Susun Semanggi juga menonjolkan estetika dengan makna personal bagi Jakarta. Salah satu estetika yang akan dinikmati warga nantinya adalah pencahayaan lampu warna-warni di sepanjang bentangnya.

Proyek ini memang ternyata selesai 1 bulan lebih cepat dari target. Simpang Susun Semanggi mulai diuji coba pada Juli 2017. Diperkirakan pengerjaannya pun rampung pada Juli 2017  sehingga bisa diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan beroperasi pada 17 Agustus 2017 atau bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Presiden meyakini, jembatan layang yang menjadi simpang susun pertama di Indonesia ini mampu mengurangi 30-40% kemacetan di ibu kota Jakarta.

( Laporan: Helene Sienca dan Ahmad Junaidi )

 

Share:

Leave a reply