Penyelundup Shabu 1 Ton Itu Mengaku Sebagai Pemancing

0
Share:
Hotel Mandalika tempat penyelundupan shabu seberat 1 ton

www.an.tv- Bekas Hotel Mandalika tempat penyelundupan shabu seberat 1 ton, ternyata sudah lama digunakan sebagai spot mancing  oleh para pemancing lokal. Para pemasok shabu pun memanfaatkan kebiasaan warga dan mengaku akan memancing ikan di pantai kepada para penjaga hotel, saat akan menurunkan barang haram shabu seberat 1 ton tersebut.

Pasca penangkapan empat pelaku penyelundupan narkoba jenis shabu sebanyak satu ton yang dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya di Hotel Mandalika Anyer  Banten, suasana di sekitar bekas hotel terlihat sepi. Beberapa polisi masih berjaga di sekitar lokasi.

Para penjaga hotel mengaku sering melihat para pemancing keluar masuk  Hotel Mandalika tempat penyelundupan shabu seberat 1 ton itu sejak beberapa bulan terakhir.

Di belakang kawasan Hotel Mandalika  tempat  penyelundupan shabu seberat 1 ton,  memang kerap digunakan para warga untuk memancing ikan. Sejak beberapa tahun terakhir, Hotel Mandalika memang sudah tak lagi digunakan menginap, dan tak lagi menerima tamu.  Hal ini  disebabkan lantaran  kontruksi bangunan hotel yang yang tidak sesuai dan membahayakan bagi para wisatawan yang menginap.

Khusus para penyelundup shabu warga negara asing  yang menyelundupkan shabu seberat 1 ton itu masuk ke lingkungan hotel sekitar Kamis dini hari. Mereka mengaku ingin memancing dengan cara memperagakan tangan memegang alat pancing karena tidak bisa berbahasa indonesia. “Namun polisi sudah mengintai dan mengamati tempat ini kepolisian  selama satu bulan terakhir,”kata Enting , penjaga Hotel Mandalika Anyer.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok berhasil membongkar pengiriman sabu yang diperkirakan seberat 1 ton yang disembunyikan di Hotel Mandalika Anyer, Kamis (13/7/2017). Dalam penyergapan itu, selain barang bukti sabu-sabu, tim gabungan juga berhasil meringkus 4 orang tersangka yang diketahui merupakan warga negara Taiwan.

Satu diantaranya yang diduga sebagai pengendali penyelundupan  shabu terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan. Hotel yang berlokasi di Desa Anyer, Kabupaten Serang ini masih dijaga ketat aparat keamanan dengan bersenjatakan laras panjang.

Demikian laporan Siti Ma’rufah dari Anyer Banten

Share:

Leave a reply