Jadi Tempat Maksiat, Bangunan Liar di Kalijodo Dibongkar

0
Share:

www.an.tv- Petugas gabungan dari Pemprov DKI Jakarta, Polri dan TNI, akhirnya membongkar bangunan liar dan tempat hiburan malam yang kembali tumbuh di kolong tol Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara,  rabu (14/6) pagi. Sebanyak 1600 petugas gabungan dan tiga alat berat diterjunkan dalam penertiban  bangunan liar di Kalijodo ini yang diduga digunakan sebagai tempat maksiat.

Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah persuasi kepada warga setempat untuk meninggalkan bangunan liar tersebut. “Ini perlu ditertibkan karena belakangan bangunan liar banyak digunakan sebagai tempat maksiat, kami telah melakukan imbauan agar warga segera meninggalkan bangunan,” kata Dwiyono.

Sejak pagi petugas Satpol PP dari Pemprov Dki Jakarta, merobohkan satu persatu rumah liar dan tempat prostitusi yang kembali tumbuh di kolong tol Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara. Penertiban bangunan liar di Kalijodo  ini dilakukan karena lahan yang berada di kolong tol Kalijodo akan dibuat tempat parkir kendaraan bagi warga yang akan mengunjungi ruang publik terpadu ramah anak Kalijodo.

Pembongkaran bangunan liar di Kalijodo (Rahmat Amiddin)

Tidak ada perlawanan dari warga, saat bangunan liar di Kalijodo ini dibongkar. Petugas dapat menertibkan seluruh bangunan  liar di Kalijodo yang berada di kolong tol ini.

Sebelumnya bangunan liar di Kalijodo yang yang berada di kolong tol kalijodo pernah ditertibkan pada tahun lalu, lantaran lahan yang tidak diurus atau dibiarkan dan tidak adanya penjagaan dari petugas kepolisian atau Satpol PP, akhirnya warga kembali membangun bangunan liar dan tempat prostutusi.
Sebagian warga kolong tol,  membongkar sendiri rumah mereka, dan mengevakuasi barang barang berharga mereka karena takut bangunannya di hantam oleh alat berat. Menurut mereka tidak adanya ganti rugi dan tidak mendapat rumah susun dari pemerintah setempat, kini mereka bingung untuk tinggal dimana.
Warga  juga mengaku walau sudah sering kali ditertibkan bangunan liar di wilayah ini, namun sering kembali dibangun lagi karena lantaran tidak adanya penjagaan dari pihak sat pol pp maupun polisi.

Demikian laporan  INge Dewi, Rahmat Aminuddin dan Novi Zakaria dari Jakarta Utara

Share:

Leave a reply