Sabarlah, Kemarau Segera Berganti

0
Share:

www.an.tv – Beberapa wilayah di Indonesia terutama di pulau Jawa, mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Namun sabarlah, kemarau ternyata akan segera berakhir. Lalu musim penghujan pun akan tiba. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  memprediksi musim penghujan 2017 akan tiba pada akhir Oktober atau awal November.

Sejumlah daerah saat ini  mengalami kekeringan akibat musim kemarau, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Bagian Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko mengatakan, musim kemarau tahun ini masih normal. Puncak musim kemarau yang terjadi di bulan September ini dan kini mulai  memasuki pergantian musim atau pancaroba.  “Tahun ini adalah kemarau normal. Tidak sekering 2015, dan tidak sebasah 2016, kenapa demikian? Kalau dibandingkan 2015, kemarau tahun ini lebih pendek, tapi kalau dibandingkan 2016 kemarau basah, tahun ini lebih panjang,”katanya.

Menurutnya, kalau  normal September itu dikenal salah satu bulan transisi atau pancaroba, biasanya 3 belan September sampai November, “ Dari sisi itulah masyarakat bisa mengetahui kapan ada potensi hujan, jadi  muklai dari September itu sudah ada daerah-daerah  yang berpotensi hujan,”tambahnya.

Di saat sebagian wilayah dilanda kekeringan, wilayah Lampung dan Jabodetabek kini sudah mulai memasuki awal musim penghujan 2017, sementara awal musim penghujan untuk wilayah Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara diprediksi terjadi pada bulan Oktober mendatang.

Di Jawa Barat, puncak musim kemarau sebenarnya telah terlewati yaitu pada Agustus 2017 lalu. Saat ini, musim peralihan mendekati musim hujan yang diprakirakan terjadi akhir September hingga Oktober 2017. Sementara periode musim penghujan diprakirakan berlangsung April-Mei 2018.

“Datangnya musim hujan pada tahun ini memang tidak serentak. Umumnya bagian utara Jabar lebih terlambat mendapatkan hujan. Hal itu karena karakteristik wilayah Jabar utara yang mendapatkan musim kemarau lebih awal namun mengalami hujan paling lambat. Belum ada penelitian lebih lanjut terkait fenomena ini,” kata Prakirawan BMKG Bandung Iid Mujtahiddin.

Demikian laporan Limystina Novatra dan John Bosco dari Jakarta.

Share:

Leave a reply