ANTV Corp
Newstainment

Kampung Wisata Warna-Warni

Oleh : Marwan Albab
Jum'at, 13 Januari 2017 | 19:19 WIB
574
Love
Kampung Wisata Warna Warni (ANTV)

AN.TV - Pada umumnya kampung di sekitar bantaran sungai terkesan kumuh dan kotor. Berbeda dengan kampung yang berada di bantaran Sungai Brantas Kota Malang, Jawa Timur, yang justru  menjadi kampung wisata.

Tak jauh dari pusat Kota Malang atau berjarak sekitar 500 meter dari Alun Alun Tugu Kota Malang,  Kampung Wisata Warna Warni ini bisa kita temukan.  Bagi setiap pengunjung  dikenakan biaya masuk Rp2000 per orang.

Kesan kumuh dan kotor seakan tidak terasa, ketika menelusuri jalan sempit saat memasuki perkampungan padat penduduk  yang kini bernama Kampung Wisata Warna Warni ini.

Hampir setiap hari Kampung wisata ini ramai dikunjungi  wisatawan dari ber bagai daerah dan luar negri.

Setiap atap rumah di kampung ini diberi cat berwarna warni dan dinding rumah wargapun juga di beri lukisan sejumlah tokoh kartun maupun pewayangan. Payung, bola plastik dan botol bekas air mineral yang dipajang di setiap sudut semakin menambah cantiknya Kampung Warna Warni.

Setiap sudut yang ada di kampung ini selalu bisa dijadikan target para pengunjung untuk berfoto ria.

Kampung ini dulunya merupakan perkampungan yang  kumuh, karena kebanyakan warga di sini membuang sampah di aliran Sungai Brantas.

Namun dengan hadirnya delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang  yang saat itu sedang menyelesaikan tugas akhir, maka berubahlah kampung ini menjadi lebih cantik atau yang saat menjadi Kampung Wisata Warna Warni.

“Kedepannya, para mahasiswa  juga akan ingin memberikan  pelatihan bagi warga setempat untuk membuat kerajinan, sebagai buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat ini, “ kata Fahd Abdallah, salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Sementara itu Ketua RW setempat, Sony Parin mengatakan, perubahan dari kampung kumuh menjadi kampung wisata sangat membanggakan warga setempat. “Selain lingkungan bersih, warga setempat juga bisa mendapat penghasilan tambahan seperti dari lahan parkir serta menjual makanan atau minuman,” ujar Parin.

Demikian laporan Edy Cahyono dari Malang, Jawa Timur.

574
Love
(sns)